BLOG
Gagal ginjal merupakan kondisi di mana satu atau kedua ginjal tidak dapat lagi berfungsi dengan baik. Terkadang, gagal ginjal bersifat sementara dan muncul dengan cepat. Namun di lain waktu, gagal ginjal juga dapat menjadi kondisi kronis yang akan memburuk secara perlahan dalam waktu yang lama. Oleh karena itu, gagal ginjal dapat dibedakan menjadi dua jenis utama, yakni gagal ginjal kronis dan akut.
Perlu diingat bahwa ginjal merupakan sepasang organ yang terletak di daerah punggung bawah tubuh. Organ tersebut memiliki beberapa fungsi penting pada tubuh. Salah satunya seperti membuang racun atau limbah dari tubuh.
Racun tersebut nantinya akan masuk ke kandung kemih dan dibuang ketika seseorang buang air kecil. Jika ginjal kehilangan kemampuannya untuk menyaring limbah atau racun dari darah, maka gagal ginjal akan terjadi.
Penyebab Gagal Ginjal
Mayoritas gagal ginjal akut terjadi karena berkurangnya aliran darah ke ginjal. Berikut ini beberapa hal yang bisa menurunkan aliran darah ke ginjal:
- Berkurangnya aliran darah ke ginjal
- Pengaruh beberapa obat-obatan tertentu yang bisa mengganggu suplai darah ke ginjal atau bahkan mengganggu ginjal. Contohnya, obat anti inflmasi non-steroid (OAINS), obat untuk hipertensi, dan antibiotik tertentu.
- Cairan pewarna, yang digunakan pada uji pencitraan tubuh dan sinar X.
- Tersumbatnya saluran urine.
- Kerusakan langsung di ginjal.
Faktor Risiko Gagal Ginjal :
Ada beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko terkena gagal ginjal akut, yaitu:
- Memiliki risiko tinggi menderita sumbatan saluran urine.
- Mengidap diabetes.
- Mengidap penyakit hati.
- Pembuluh darah pada lengan dan kaki tersumbat.
- Terkena infeksi parah.
- Mengalami dehidrasi.
- Berusia 65 tahun atau lebih.
- Sedang dalam perawatan intensif di rumah sakit.
Gejala Gagal Ginjal
Pada fase awal, gagal ginjal seringkali tidak menunjukkan gejala apa pun dan hanya bisa dideteksi melalui uji laboratorium. Namun, penyakit ini bisa berkembang dengan sangat cepat sehingga membuat pengidapnya mengalami beberapa gejala, seperti:
- Berkurangnya produksi urine.
- Linglung atau kebingungan.
- Mual dan muntah.
- Sesak napas.
- Penumpukan cairan dalam tubuh atau edema.
- Kelelahan.
- Dehidrasi.
- Sakit di bagian dada.
- Nyeri punggung.
- Sakit perut.
- Tingginya tekanan darah atau hipertensi.
- Gangguan tidur.
Di samping itu, perlu diingat bahwa gagal ginjal dapat menyebabkan gejala yang bervariasi pada setiap orang. Gejala yang muncul akan tergantung dari tingkat keparahan pengidapnya.
Pencegahan Gagal Ginjal
Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah gagal ginjal:
- Ikuti instruksi pada label ketika mengonsumsi obat bebas. Contohnya, ibuprofen dan aspirin.
- Jika diresepkan obat oleh dokter, pastikan untuk mengonsumsi obat sesuai dengan petunjuk. Jangan mengurangi atau melebihi dosis yang diresepkan.
- Berkonsultasilah dengan dokter untuk menangani gangguan ginjal. Ikuti rekomendasi dokter untuk menjaga tubuh dari serangan penyakit yang bisa memicu gagal ginjal.
- Menjaga dan mengelola kondisi kesehatan saat ini. Contohnya seperti pengidap diabetes yang perlu menjaga kadar gula darahnya tetap stabil.
-
Menjalani gaya hidup sehat. Melakukan latihan secara rutin, menjaga pola makanan yang sehat, dan menghindari minuman beralkohol akan membantu menurunkan risiko mengalami gagal ginjal.
TAG: